Tolak Dua Kali Gesek Kartu Kredit

By on September 11, 2017

PURWOKERTO – Belakangan ini beberapa masyarakat di wilayah Purwokerto mengeluhkan penggesekan dua kali kartu kredit atau debit, di mesin kasir dan Electronic Data Capture (EDC) saat sedang berbelanja. Padahal, fenomena ini sedang ramai dibicarakan karena bisa melakukan pencurian data.

Kartu-Kredit

 

Warga Purwokerto, Darbe mengaku pernah mengalami penggesekan kartu kreditnya di beberapa mesin EDC lebih dari satu bank, di pusat perbelanjan yang ada di Purwokerto. Ketika ditanyakan ke pihak kasir, diinformasikan untuk mencocokan nomer kartu dan jaringannya sedang error.

“Tidak tahu juga apa maksudnya, yang saya khawatirkan tagihan bulan selanjutnya akan membengkak karena dilakukan penggesekan sampai empat kali,” katanya.

Di samping itu, dia pun menyayangkan pihak pusat perbelanjaan masih menerapkan bea 2,5 persen. Padahal menurut Darbe, aturan dari bank Indonesia (BI) melarang ada tambahan biaya saat transaksi menggunakan akrtu kredit. “Saat dikomplain pihak kasir bersikeras menerapkan sistem seperti itu,” ujarnya.

Warga Purwokerto lainnya, Nunik mengatakan, juga pernah mengalami hal serupa saat melakukan transaski non tunai. Namun, ia membayar menggunakan kartu debit. Saat itu, kartu debitnya digesek dua kali di mesin kasir dan EDC. “Pernah ngalamin pas belanja pakai kartu debit, kartunya sudah digesek di mesin kasir terus digesek di mesin EDC, saya diam saja karena tidak paham. Saya kira memang seperti itu prosedurnya,” kata Nunik.

Deputi Kepala BI Kantor Perwakilan Purwokerto, Fadhil Nugroho menghimbau agar konsumen yang melakukan transaksi non tunai agar menghindri penggesekan ganda. Berdasarkan Peraturan BI No 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, penyelenggara jasa sistem pembayaran dilarang mengambil dan menggunakan data selain untuk tujuan pemrosesan transaksi pembayaran, misalnya dengan mengambil data kartu melalui penggesekan di mesin kasir.

“Penggesekan ganda itu terjadi ketika pedagang melakukan penggesekan kartu nontunai lebih dari sekali, selain di mesin EDC biasanya juga di mesin kasir pedagang,” jelas Fadhil.

Dan pelarangan penggesekan ganda dilakukan untuk melindungi masyarakat dari pencurian dan penyalahgunaan data dan informasi kartu. Jika terjadi pada kartu kredit yang digesek di kasir, data pemilik muncul di layar komputer.

Dan dengan alat tertentu data tersebut bisa dipindahkan ke kartu yang mempunyai magnet bahkan walaupun hanya menggunakan kartu kamar hotel. Dengan data yang dimiliki tersebut, datanya dapat digunakan untuk transaksi online.

“Sedangkan untuk kartu debit walaupun datanya muncul tetap tidak bisa digunakan untuk transaksi online,” imbuh Fadhil.

Jika konsumen menjumpai hal tersebut, dapat dilaporkan ke pihak BI. Namun, untuk perlindungan konsume jika terjadi pencurian data, sudah masuk ranah pidana dan penyelesaiannya dengan pihak kepolisian.

 

Sumber : Radar Banyumas

About Thomson Purwokerto