Persibas Akan Mengadu ke Baori

By on November 11, 2017

PURWOKERTO - Ketua Umum Persibas Banyumas, Supangkat mengatakan, tekad pihaknya sudah bulat, untuk mengadukan masalah yang dihadapi ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori).

Persibas_Banyumas_2010

Langkah itu ditempuh, setelah pengaduan ke Komisi Disiplin (Komdis) dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) tak ditanggapi sebagai mana mestinya. Klub berjuluk Laskar Bawor itu melaporkan Persibat Batang memakai pemain tidak sah, Fisabilillah.

Pemain itu terkena akumulasi kartu, seharusnya tak boleh dipasang saat Batang menjamu Persibas (3/8), namun pemain itu diturunkan. Menurut Supangkat, kasus timnya vs Batang sama dengan protes Bhayangkara FC atas pemain tidak sah di Mitra Kukar, di Liga 2. Laporan Bhayangkara FC cepat direspons Komdis, sedang pengaduan Persibas tak ditanggapi sebagaimana mestinya.

Setelah mengadukan persoalan itu, Persibas tak mendapat salinan keputusan Komdis. Pihaknya sudah menayakan sampai tiga lagi, dengan surat resmi, juga tak ada balasan. Surat permintaan hasil sidang, ang terakhir, dikirim Senin (6/11). Atas dasar itu, Persibas akan mengadu ke BAORI, karena terjadi pembiaran.

Dirapatkan

Mengenai langkah-langkah yang akan ditempuh, dia mengatakan rencana itu akan dirapatkan sekali lagi, Sabtu (11/11). Sebelumnya masalah itu juga sudah dibahas, tetapi saat diputuskan menanyakan sekali lagi ke Komdis, sebelum mengadu ke Baori.

Dikatakan, saat ini momentum yang tepat untuk mengadu, karena di Liga 1, ada tim yang dilaporkan memakai pemain tidak sah langsung disanksi Komdis, berupa kalah WO. Permasalahannya sama persis dengan yang diprotes Persibas. ‘’Mudah-mudahan keadilan ditegakan walau langit runtuh.’’ Sekretaris Persibas Karsidi mengatakan berkas-berkas yang dibutuhkan, untuk melapor ke badan yang menangani sengketa olahraga di Indonesia itu, sudah lengkap, kalau sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal mengirimkan.

Sementara itu UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional pasal 88 ayat 1 menyebutkan penyelesaian sengketa keolahragaan diupayakan musyawarah mufakat induk organisasi cabang olahraga. Ayat 2, bila musyawarah tak tercapai, penyelesaian dapat melalui arbitrase, sesuai peraturan perundang- undangan.

 

Sumber : Suara Merdeka

About Thomson Purwokerto