Musim Hujan, Produksi Gula Kelapa Turun

By on December 22, 2017

BANYUMAS - Petani gula kelapa di Banyumas mengakui adanya penurunan produksi gula kelapa di musim hujan kali ini. Padahal saat ini harga gula kelapa ini terbilang mulai meningkat. Petani gula kelapa Pekuncen, Tarsono mengatakan cuaca di musim hujan saat ini terbilang sangat berpengaruh terhadap produksi nira kelapa. Suhu udara yang meningkat di siang hari dinilai membuat produksi nira kelapa menurun.

Hasil gambar untuk gula kelapa

”Tak hanya itu, hujan deras yang turun juga membuat kualitas nira kelapa yang dihasilkan juga menurun. Seringkali gula yang dihasilkan juga tak cukup baik. Malah seringkali tak bisa memadat sehingga harga gula ini menjadi menurun,” katanya. Sebaliknya, di musim hujan saat ini risiko pekerjaan penderes gula kelapa semakin meningkat. Terhitung sejak pertengahan tahun 2017 ini, sejumlah kecelakaan penderes gula kelapa juga semakin sering terjadi. Tak jarang di antara mereka yang menjadi korban kecelakaan kerja tersebut akhirnya meninggal dunia.

”Namun kami hanya bisa pasrah terhadap hal ini. Di satu sisi harga baik, namun risiko pekerjaan semakin berat. Kami hanya bisa berdoa agar kami tetap diberi keselamatan dalam bekerja,” ujarnya. Sementara itu, peningkatan harga gula kristal kualitas ekspor juga semakin meningkat di tingkat petani. Harga jual gula kristal yang diproduksi petani kini mencapai Rp 15 ribu perkilogram. Di tengah situasi kesulitan ekonomi saat ini, harga tersebut menjadi kabar baik bagi petani gula kelapa.

”Sebelumnya banyak petani gula kristal yang beralih ke gula cetak. Tapi saat ini mereka kembali lagi memproduksi gula kristal karena harga naik,” kata Setyawati warga Grumbul Ciwera, Desa Kedungurang, Gumelar. Seperti diketahui saat ini produksi gula kristal asal Desa Kedungurang menjadi salah satu pemasok gula kristal ekspor Banyumas ke luar negeri. Selain itu, gula kristal banyak diproduksi oleh warga di Kecamatan Cilongok, Pekuncen, Somagede dan sebagainya.

Mereka memproduksi gula kristal organik ini untuk memenuhi permintaan ekspor dari Jepang, Amerika, Belanda dan sebagainya. ”Kami terus mendorong peningkatan produksi gula kristal organik ini di tingkat petani. Melalui koperasi yang ada kami juga berusaha bertahap memperbaiki nasib mereka dengan pemasaran gula kristal organik ke luar negeri,” jelas Wariyanto, pengurus Koperasi Nira Satria Banyumas.

 

Sumber : Suara Merdeka

About Thomson Purwokerto