Berharap Sungai Bersih Melalui GRSI

By on November 1, 2017

PURWOKERTO - Permasalahan sungai di Kabupaten Banyumas, khususnya Kota Purwokerto, terbilang kompleks. Melalui Gerakan Restorasi Sungai Indonesia (GRSI), digantungkan harapan besar akan penyelesaian permasalahan sungai di Kota Purwokerto.

download

Administrator/Koordinator Indonesian River Restoration Movement (IRRM) atau Gerakan Restorasi Sungai Indonesia (GRSI), Dr Ing Ir Agus Maryono, mengatakan, dalam GRSI diperlukan gerakan perubahan pola pikir dari masyarakat. Hal itu karena inti dari GRSI, kata dia, adalah restorasi sosial, budaya, dan ekonomi yang menjadi mesin penggerak, untuk memulihkan kondisi sungai. ”GRSI ini merupakan milik seluruh masyarakat, tidak hanya di Banyumas, tetapi juga bangsa Indonesia,” tuturnya.

Dia mengatakan, dalam konsep GRSI dikenal lima restorasi yaitu restorasi ekologi, restorasi morfologi, restorasi hidrologi, restorasi sosial-ekonomi, dan restorasi kelembagaan dan peraturan. Adapun retorasi ekologi dilakukan dengan memantau flora dan fauna, sementara restorasi morfologi dilakukan dengan melihat bentuk asli sungai.

Restorasi hidrologi dilakukan dengan memantau kuantitas dan kualitas air, restorasi sosialekonomi melihat manfaat sungai secara ekonomis, dan restorasi kelembagaan berupa pembuatan peraturan yang dapat melestarikan sungai. Karena itu, kata dia, GRSI tidak dapat dikerjakan sendiri. Pada pergerakannya, memerlukan kerja bersama pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

Seperti diberitakan sebelumnya, untuk menyukseskan GRSI, perlu membangun jaringan dengan tiga tahapan, yaitu menyebar virus spirit restorasi, mendorong tumbuhnya komunitas tempat virus spirit berkembang, dan komunitas menyebar virus spirit dapat menumbuhkan komunitas baru lagi. Menurut Agus, jika sungai bersih, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Sebab, daerah sekitarnya dapat dijadikan tempat wisata dengan menambahkan spot swafoto. Selain itu, masyarakat dapat membuka warung di tepi-tepi sungai.

”Ekonomi kreatif bisa jalan, kalau sudah jadi tempat wisata bisa menyejahterakan warga di sekitarnya,” tutur Agus. Namun, tambahnya, tujuan utama dari GRSI ini yang utama untuk menyadarkan masyarakat, dan selalu menjaga kebersihannya. Jika dapat menjadi tempat wisata, hal itu adalah sebuah bonus.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Irawadi, gerakan bersih sungai di Banyumas sebagian besar masih dikerjakan pemerintah daerah. Karena itulah, guna meningkatkan kepedulian pada kebersihan sungai, pada Jumat (27/10) dibentuk Gerakan Restorasi Sungai Indonesia (GRSI) di Aula DPU Kabupaten Banyumas.

”Gerakan bersih sungai di Banyumas sudah mulai sejak 2013, tapi sebagian besar masih dikerjakan oleh pemerintah daerah,” ujarnya. Irawadi mengatakan, kegiatan dari GRSI ini untuk mengagendakan kegiatan bersih sungai, dengan mengacu pada masyarakat se-Indonesia. Dia mengatakan, GRSI merupakan gabungan dari individual masyarakat yang tergabung dalam kelompok pramuka, camat, lurah, dan pemerhati lingkungan.

 

Sumber : Suara Merdeka 

About Thomson Purwokerto